Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Indeks » Headline » Kopi Organik ala Petani Prabe

Kopi Organik ala Petani Prabe

(852 Views) June 24, 2015 11:21 pm | Published by | No comment

kopikampung media.com: Antara percaya dan setengah yakin, Suherman Zaidi, salah seorang pejabat struktural dari Kementerian Kehutanan RI menggeleng-gelengkan kepalanya seraya mengecap rasa nikmat yang luar biasa, seusai menyeruput kopi produksi Kelompok Tani Mule Paice, Dusun Prabe, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Ia tidak sendirian memberi pujian, namun rekan-rekan lainnya saat kunjungan dinasnya ke kelompok ini mengaku menikmati kopi Prabe, seakan menemukan cita rasa kopi yang sesungguhnya. Karena itu pula yang membuatnya tidak ragu memborong kopi Prabe sebagai oleh-olehnya dari Lombok. “Saya akan promosikan pada teman-teman lainnya di pusat,” kata Suherman meyakinkan anggota kelompok.

Pujian Suherman dan koleganya yang lain layak diberikan. Pasalnya kopi produk kelompok tani Mule Paice yang terletak di ujung timur utara Kecamatan Lingsar ini proses produksinya dari awal hingga proses fhinising siap saji berbahan alami. Karena itu tidak mengherankan kopi ini layak disebut kopi organik yang benar-benar sehat, aman dan tentunya menggugah selera minum kopi yang sebenarnya.

Dibentuknya Kelompok Tani Mule Paica yang memproduksi kopi organik ala Prabe ini sebagaimana dijelaskan Sekretarisnya Mahzam, berawal dari keinginan warga Prabe dan sekitarnya untuk tetap peduli dan memperhatikan lingkungan, dimana kegiatan-kegiatan yang dilakukan banyak bersentuhan dengan lingkungan. Diantaranya penanaman pohon penghijauan di hutan dan pinggir kali di daerah hulu.

Perambahan hutan, pencurian kayu yang berakibat pada terjadinya erosi juga menjadi perhatian kelompok ini. Pencegahan illegal loging dengan memberikan sosialisasi ke masyarakat menjadi agenda reutin kelompok ini, guna memberi penyadaran kepada masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Turut menjaga kelestarian mata air juga menjadi bagian penting dari program kelompok yang diketuai Tirtawan ini.

Tidaklah berlebihan jika kelompok tani ini terbilang lengkap dari sisi usaha. Diantaranya kelompok ini juga memiliki usaha pengolahan kopi organik yang sangat dikenal di kalangan pemerintah/masyarakat kabupaten Lombok Barat maupun kabupaten lainnya di propinsi NTB dan pemerintah pusat. Bahkan provinsi lainnya juga mengenal kopi organik Prabe yang bercitarasa nikmat untuk disuguhkan.

Daerah di luar NTB dimaksud seperti Bali, Jawa Barat. “Bahkan Gubernur Jawa Barat H. Heriawan dan rombongan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pernah meninjau pengolahan kopi organic “Mule Paice”. Pernah juga dikunjungi Japan International al Cooperation Agensi) Jepang,” jelas Tirtawan Ketua Kelompok.

Kelompok Tani Mule Paice sendiri merupakan salah satu dari sekian kelompok yang tersebar dan berada di daerah hulu seperti yang ada di Desa Sesaot, Desa Buwun Mas, Desa Sedau dan Desa Batu Mekar. Dibanding lainnya, dari hasil penelitian Dinas Kehutanan Lombok Barat menyebutkan, jika kelompok ini terbilang paling maju diantara kelompok-kelompok yang ada karena kegiatannya sudah maju dan bias bersaing.

Guna menjaga kelestarian lingkungan hidup, kelompok ini seringkali mengadakan penyuluhan terhadap masyarakat yang berada di kawasan hutan terkait bagaimana menjaga ala mini untuk tetap lestari. Artinya tak ada pembakaran hutan, penebangan pohon dan perusakan lingkungan. Harapannya agar tumbuhan bias tetap berdiri tegak dan bias menjaga sumberdaya air (SDA) untuk generasi sekarang maupun yang akan datang.

Dalam upaya lebih memperkenalkan produknya, kelompok ini seringkali mengikuti pameran hasil produksinya. Tulang (biji) kopinya didapatkan dari petani kopi daerah binaan dari kelompok yang ada sekitar hutan agar ;petani tidak menjual biji kopinya dengan harga murah ke para pengijon. Karena itu kelompok memberi jaminan untuk menampung hasil kopi petani. Bahkan hasil kopi yang dibeli kelompok digaransi harganya lebih mahal dari pembelian orang lain atau tengkulak yang tidak sedikit jumlahnya di wilayah sekitar.

Begitu pula dari segi kesiapan, kelompok ini siap membantu kegiatan-kegiatan yang diadakan pemerintah daerah, provinsi maupun pusat dalam penanganan kegiatan lingkungan baik menjaga kelestarian sumberdaya alam dan air.

Sampah ampas kopi yang sudah tak terpakai lagi, diolah juga oleh kelompok ini menjadi pupuk organik dengan metode TAKA KURA bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lobar dan JICA Jepang. MetodeTAKA KURA melibatkan pemerintah desa, sekolah-sekolah terdekat dan masyarakat sekitar. Karena sampah banyak dihasilkan dari rumah tangga, dengan maksud hasil pengolahan sampah ini dijadikan pupuk untuk masyakat khususnya petani kopi sekitar dan sampah tidak terbuang yang nantinya bias menjadi masalah di hilir. (wardi) – 05

Categorised in: ,

No comment for Kopi Organik ala Petani Prabe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *